Film besutan James Cameron memberi gambaran mencekam, detik-detik menjelang tenggelamnya kapal pesiar Titanic di perairan Atlantik, 1912. Hampir 100 tahun berselang, kepanikan serupa merayapi ribuan penumpang kapal pesiar Costa Concordia, yang tengah berlayar di lepas pantai Italia.

Baru dua jam meninggalkan pelabuhan, kapal wisata mewah yang mengangkut lebih 4.000 penumpang, termasuk awak kapal, itu mengalami gangguan listrik, tak jauh dari Pulau Giglio, lepas pantai Tuscan.

Saat penumpang asyik menikmati makan malam, listrik spontan padam. Lewat pengeras suara, kapten kapal meminta seluruh penumpang segera mengenakan pelampung dan mendekat ke sekoci. Kepanikan tak terhindarkan lantaran kapal mulai miring, membuat benda-benda berjatuhan ke satu sisi.

Tiupan peluit yang terus menyalak menggiring sejumlah penumpang segera menaiki sekoci untuk menyelamatkan diri. Sementara yang lain mendapat bantuan sejumlah kapal yang kebetulan berlayar di sekitarnya. Evakuasi berlangsung mencekam karena saat itu kemiringan kapal sudah mencapai 20 derajat dan air mulai masuk ke dek bagian bawah.

Seorang pejabat memastikan bahwa 3.200 penumpang kapal dan sekitar 1.000 awak berhasil dievakuasi ke Pulau Giglio. Sementara enam penumpang tewas belum dapat teridentifikasi. “Terlalu dini untuk mengatakan apa yang menyebabkan insiden ini,” ia menambahkan. [vivanews.com]

Sejumlah gambar merekam insiden tersebut hingga akhirnya kapal tenggelam beberapa jam kemudian.

Berikut Foto Foto Insiden Karamnya Kapal Pesiar Costa Concordia :

Operator Concordia: Kapal Menabrak Karang

“Karang itu tidak tercatat atau ditandai dalam peta maritim apapun di wilayah itu.”

Operator kapal Costa Concordia mengatakan, Concordia sedang dalam pelayaran rutinnya ketika tiba-tiba menghantam karang di bawah permukaan laut. Kapal pesiar mewah milik perusahaan Italia itu pun kram di lepas pantai Tuscan, perairan Italia.Reuters melaporkan, Kapten Kapal Francesco Schettino dalam wawancara televisi menyatakan, karang itu tidak tercatat atau ditandai dalam peta maritim apapun di wilayah tersebut. Presiden Costa Cruises, Gianni Orotaro, membela sang kapten kapal.

Orotaro mengatakan, kapten kapal “melakukan manuver yang bertujuan untuk melindungi baik penumpang maupun kru kapal.” Namun manuver upaya penyelamatan itu dikatakan menjadi “rumit karena derajat kemiringan kapal yang tiba-tiba.”

Kapten Kapal Francesco Schettino dan Perwira Pertama Ciro Ambrosio sendiri ditahan oleh kepolisian Italia, menyusul kecelakaan yang menimpa kapal yang mereka nahkodai. Keduanya dituduh menjadi penyebab kandasnya Concordia. Mereka juga dituding melakukan pembunuhan karena meninggalkan kapal lebih dahulu, sementara para penumpang masih dalam situasi bahaya.

Sebuah sumber mengatakan, Schettino, kapten kapal berusia 52 tahun asal Napoli, Italia, itu telah meninggalkan kapal sekitar pukul 23.00 waktu setempat – sekitar satu jam setelah kapal menabrak karang dan kapal mulai tergenang air. Padahal, para penumpang Concordia sendiri baru diselamatkan pada pukul 03.00 Sabtu dini hari.

Juru bicara penjaga pantai, Filippo Marini, menolak untuk berkomentar soal penyebab kecelakaan. “Berdasarkan investigasi yang dilakukan sejauh ini, terlalu prematur untuk berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan,” kata dia.

Costa Concordia dibangun pada tahun 2004-2005 dengan biaya US$570,7 juta di galangan kapal Fincantieri Sestri di Italia. Operator Costa Concordia, Costa Crociere, termasuk salah satu unit dari Carnival Corp & Plc – perusahaan kapal siar terbesar di dunia.

Dengan kemewahan yang ditawarkan, kapal sepanjang 259,08 meter itu memiliki tarif sekitar £1.200 atau setara dengan Rp16,7 juta per penumpang per malam. Costa Concordia dilengkapi sarana hiburan mewah seperti 4 kolam renang, 5 restoran, dan 13 bar.

sumber

Kata Kunci Pencarian:

download detik detik kapal karam 3gp (1),foto kapal keram (1),kapal keram di tiku (1),kemewahan kapal pesiar costa concordia (1),kpal kram (1),penyebab tenggelamnya kapal costa concordia (1),wanita penyebab tenggelamnya costa (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *